Pulau Tidung, pulau yang terletak di Kepulauan Seribu. Pulau ini merupakan tempat wisata yang cocok untuk melepas kepenatan akan problema kehidupan.
Tanggal 7 Agustus 2010, saya berangkat berlima bersama kawan saya. Saya, Dimas, William, Dina, dan Nita berangkat menuju Muara Karang. karena kapal dari Muara Karang berangkat pukul 6, jadi saya berangkat setelah subuh.
Kami berangkat dari Muara Karang ke Pulau Tidung menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam, dengan biaya berangkat naik kapal Rp 35000. ini suasana diatas kapal yang cukup mengerikan sebab kapal tidak stabil karena full capacity>>
Suasananya sesak, ya maklum namanya juga full capacity,haha. Sesampainya disana kami masuk ke pintu gerbang. kami berangkat tidak hanya berlima, tetapi bergabung dengan rombongan lain yang tidak kita kenal. Kami sudah mengadakan kesepakatan bersama mereka, via online dan telefon untuk memastikan. Ini diupayakan supaya biaya lebih murah. Sebab kami menggunakan jasa pemandu, yang kita dapatkan sudah cukup lumayan sebagai pendatang yang baru menginjak pulau ini. Kami mengambil paket termurah dengan mendapat makan sebanyak 4x , snorkling, sewa sepeda seharian penuh, transportasi beserta penginapan.
Di gerbang setiap orang wajib memperlihatkan KTP nya kepada bapak polisi Dinas Perhubungan, khususnya pada hari Weekend. tetapi menurut info masyarakat setempat, bila anda berkunjung di hari kerja (senin, selasa..) tidak ada inspeksi atau pengecekan KTP. kalo yang gak bawa KTP kena charge sama bapak polisi lho! :p
berikut foto-foto saya dari kegiatan snorkling sampai gak jelas, haha..
<< Ini kapal yang bawa kita snorkling di tengah laut. hal pertama yang saya waspadai adalah kemunculan ubur-ubur laut. karena saya tidak mengikuti saran untuk mengenakan baju lengan panjang beserta celana panjang!
Ini dia pas snorklingnya >>
Saya itu yang lagi melambai di tengah, haha narsis mode :p lol
<< Coba tebak, dimana saya berdiri? di tepi pantai? atau diatas batu-batu tembok pantai? bukan, saya berdiri diatas karang mati yang telah kering. ini berada di tengah laut, untuk sampai kesini diperlukan badan yang kebal. kalo enggak ya paling luka-luka kayak saya kena karang, tajam-tajam lho. karena semakin dekat kesitu lautnya makin pendek dan bawahnya karang, begitu mulut udah mulai asin kita pasti ingin naik ke permukaan, tapi karena dangkal kaki atau tangan bisa lecet kena karang.
Ini dia yang disebut Jembatan Cinta >>
kebanyakan orang ingin terjun dari atas jembatan untuk melepas kejenuhannya. tapi saya pikir hati-hati juga soalnya 20menit sekali lewat speedboat narik banana boat. gak kebayangkan kalo pas loncat pas lewat juga? hahaha
<< dan yang terakhir adalah Pesona Sunset yang indah.. kalo Sunrise saya gak dapet, maklum tidurnya malem banget plus capek naik sepeda dari Tidung besar sampai ke Tidung kecil. hahaha.
kalo ada yang mau kesana bisa tanya ke email saya, atau bahkan ngajak saya? haha.. saya punya info plus contact person orang sana.
Thanks for share










0 komentar:
Posting Komentar