http://www.bloggerthemes.net/

Minggu, 12 Desember 2010

Kepemimpinan (part one)

Kepemimpinan, adalah hal yang sering kita dengar. dalam teori-nya kepemimpinan adalah (Sarros dan Butchatsky, 1996) suatu perilaku dengan tujuan tertentu untuk mempengaruhi aktivitas para anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang dirancang untuk memberikan manfaat individu dan organisasi.


Sedangkan menurut Anderson (1988), leadership means using power to influence the thoughts and actions of others in such a way that achieve high performance.



Sekilas penjelasan gue mengenai kepemimpinan, disini gue ingin bercerita tentang pengalaman gue. ternyata kepemimpinan itu gak semudah yang kita bayangkan. ya, itu bener banget! banyak orang berkata," kepemimpinan mudah dimengerti, dipahami, direncanakan, dibayangkan. namun sulit untuk dipraktekkan ". seseorang yang ingin menjadi pemimpin tetapi tidak melaksanakannya atau mempraktekkannya hanyalah seorang pemimpi, bukan pemimpin.


Absolutely, that's right! gue akui mungkin gue perlu belajar lebih banyak untuk menjadi seorang pemimpin. gue akan berbagi cerita tentang pengalaman kepemimpinan gue.


Di bulan September 2010, ada perencanaan kegiatan kampus jurusan gue. acara seperti LDK-nya anak SMA, namun ada di kampus gue dengan visi untuk mempererat keluarga jurusan gue dari para alumni,senior, dan junior. hari pertama diberikan informasi perekrutan panitia kepada seluruh angkatan gue. dan angkatan gue diberi kepercayaan untuk melaksanakan acara ini oleh para senior. gue cuma ingin berpartisipasi dan gak ada pikiran bakal megang jabatan ketua.


Nah! kagetnya setelah diskusi. kawan-kawan kelas gue sepakat dan percaya bahwa gue layak dijadikan ketua. dan kawan-kawan kelas gue mengajukan gue sebagai ketua. pertama, gue heran mereka memercayakan gue sebagai ketua dari alasan-alasan mereka. emang sih gue di kelas dipercaya sebagai ketua kelas atau KM. ini merupakan hal baru buat gue dan dengan rasa optimis gue setuju sama kawan-kawan gue. lalu bergitu berdiskusi dengan kawan kelas lainnya, tanpa adanya sistem voting. mereka sepakat menjadikan gue sebagai ketua.


Gue merasakan dua pilihan yang membingungkan. pertama, kalo gue setuju. gue gak punya pengalaman dan gue agak ragu sama kemampuan gue karena faktor pengalaman. kedua, kalo gue menolak. gue yakin, gue akan mengecewakan kawan-kawan yan sudah memercayakan gue sebagai ketua. dan akhirnya gue memilih untuk setuju sebagai ketua.


Dari sini gue menyadari adanya kepercayaan kawan-kawan terhadap gue. secara tidak sengaja, mungkin kepribadian gue dapat membangun kepercayaan kawan-kawan.


Kesimpulannya, sebelum menjadi seorang pemimpin, seseorang harus dipercaya dan diakui bahwa ia layak sebagai pemimpin. pemimpin yang tidak diakui dan dipercaya, bukanlah pemimpin yang sesungguhnya.


part one, end.

0 komentar:

Posting Komentar